8 Jenis Keju Paling Populer di Indonesia: Panduan Memilih untuk Masakan dan Baking Terbaik

Keju kini semakin populer di dapur rumah tangga modern karena mampu menghadirkan rasa gurih, tekstur lembut, serta kandungan protein dan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahan ini sering digunakan sebagai topping pizza, campuran cake, dan aneka hidangan lain berkat fleksibilitasnya yang tinggi. Dalam artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada delapan jenis keju yang banyak digunakan di Indonesia, termasuk manfaat serta panduan memilihnya untuk kebutuhan memasak dan baking.

Proses Pembuatan Keju Dasar dan Manfaat Nutrisinya

Keju dibuat melalui proses fermentasi susu yang dikombinasikan dengan enzim atau bakteri starter. Susu sapi, kambing, atau domba dipanaskan dan ditambahkan rennet untuk mengentalkan susu. Setelah menggumpal, dadih dipisahkan dari whey, kemudian dipadatkan dan difermentasi hingga mencapai tekstur dan rasa yang diinginkan.

Selain rasanya yang lezat, bahan olahan susu ini mengandung protein tinggi yang penting untuk pertumbuhan otot dan perbaikan sel tubuh. Kandungan kalsiumnya juga berperan menjaga kesehatan tulang dan gigi, sementara lemak sehat di dalamnya memberikan energi tambahan. Meski masih memiliki laktosa, variasi yang bertekstur keras biasanya memiliki kadar yang lebih rendah sehingga aman bagi sebagian orang yang sensitif. Dengan memahami proses dasarnya, manfaat nutrisi, serta karakteristik tiap jenis, kita bisa lebih bijak dalam memilih keju yang sesuai dengan kebutuhan.

Temukan tips memilih keju mozzarella terbaik untuk menghasilkan lelehan sempurna di pizza dan pasta favorit Anda.

8 Jenis Keju Paling Populer dan Fungsinya di Dapur

1. Keju Cheddar: Pilihan Serbaguna

Keju cheddar adalah salah satu jenis olahan susu yang paling populer di Indonesia. Teksturnya yang semi-keras dan rasa gurih yang tajam membuat bahan ini cocok untuk berbagai hidangan. Produk ini mudah diparut untuk topping pasta atau pizza, sekaligus bisa dilelehkan untuk saus creamy.

Selain itu, keju cheddar kaya protein dan kalsium, sehingga menjadi sumber nutrisi tambahan dalam makanan anak-anak maupun dewasa. Untuk baking, cheddar memberikan aroma gurih yang khas pada roti, quiche, dan puff pastry. Pilih cheddar yang berwarna oranye alami atau putih untuk variasi rasa dan tampilan hidangan.

2. Keju Mozzarella: Raja Melting

Mozzarella terkenal karena kemampuannya untuk meleleh dengan sempurna, membuatnya menjadi favorit dalam pizza dan pasta. Teksturnya lembut dan elastis, sehingga bisa ditarik atau dibentuk sesuai kebutuhan hidangan.

Keju mozzarella juga memiliki kadar lemak lebih rendah dibanding cheddar, menjadikannya pilihan tepat bagi yang ingin hidangan lebih ringan. Variasi mozzarella segar memiliki rasa lebih creamy, sedangkan versi blok cocok untuk diparut. Dengan kemampuannya untuk melting sempurna, mozzarella menjadi bahan yang wajib ada di dapur modern.

3. Keju Parmesan: Penambah Rasa Umami

Parmesan adalah keju keras asal Italia yang dikenal karena rasa umami yang kuat dan aroma khas, sehingga sering diparut tipis untuk menambah cita rasa pada pasta, salad, atau sup.

Jenis jeju ini juga kaya protein dan kalsium sehingga mampu meningkatkan nilai gizi hidangan, terlebih karena teksturnya yang padat membuatnya jarang dilelehkan namun tetap efektif memperkuat karakter rasa pada masakan.

4. Keju Cream Cheese dan Jenis Lunak Lainnya

Cream cheese adalah keju lunak yang lembut dan creamy, sering digunakan untuk dessert, frosting, atau spread pada roti dan bagel. Teksturnya yang halus membuat cream cheese mudah dicampur dengan bahan lain tanpa mengubah konsistensi hidangan.

Brie dan camembert termasuk dalam kelompok keju bertekstur lembut yang banyak disukai untuk snacking ataupun appetizer. Produk ini memiliki kandungan protein serta kalsium yang tinggi sehingga dapat menambah kelezatan pada menu sarapan maupun hidangan penutup. Memilih varian yang masih segar akan membantu menjaga rasa, aroma, dan kualitas sajian yang mengandung keju.

5. Keju Gouda: Lembut dan Aromatik

Gouda adalah keju asal Belanda yang terkenal dengan tekstur lembut dan rasa manis gurih. Keju ini cocok untuk dipanggang, dijadikan sandwich, atau dipotong sebagai camilan.

Kandungan kalsium dan protein dalam gouda membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Versi tua (aged gouda) memiliki rasa lebih kompleks dan cocok untuk menambah karakter pada masakan. Gouda fleksibel untuk berbagai teknik memasak, mulai dari melting hingga gratin.

6. Keju Edam: Ideal untuk Snacking dan Baking

Edam memiliki tekstur semi-keras dengan rasa ringan dan sedikit asin, cocok untuk dimakan langsung atau dipanggang. Keju ini tahan lama dan mudah disimpan, sehingga praktis untuk rumah tangga maupun katering.

Kandungan protein dan kalsiumnya tinggi, mendukung kesehatan tulang dan otot. Edam sering digunakan untuk gratin, roti panggang, atau sebagai campuran dalam quiche. Karakter rasanya yang ringan membuat keju ini mudah dikombinasikan dengan bahan lain.

7. Keju Blue Cheese: Rasa Khas dan Kaya Umami

Blue cheese dikenal dengan bercak biru atau hijau akibat jamur Penicillium, memberikan aroma dan rasa yang kuat. Keju ini cocok untuk salad, saus, atau topping steak.

Meski rasanya tajam, blue cheese tetap mengandung protein dan kalsium yang baik untuk tubuh. Untuk pemula, gunakan dalam jumlah kecil agar hidangan tidak terlalu dominan. Blue cheese menambahkan dimensi rasa unik yang sulit digantikan keju lain.

8. Keju Feta: Pilihan Segar dan Asam

Feta adalah keju asal Yunani dengan tekstur crumbly dan rasa sedikit asam. Sering digunakan dalam salad, pasta, atau masakan Mediterania lainnya.

Feta mengandung protein tinggi dan cukup rendah lemak dibanding keju lain, sehingga ideal untuk hidangan sehat. Keju ini mudah dicampur dengan sayuran atau buah, menambah kesegaran pada hidangan. Feta juga cocok untuk baking ringan, seperti quiche atau pastry.

Pelajari cara membedakan varian keju cheddar dari mild hingga sharp agar cocok dengan hidangan sehari-hari maupun cheese board.

Panduan Memilih Keju untuk Kebutuhan Spesifik

  1. Grating: Untuk menaburkan pada pasta atau salad, pilih keju keras seperti parmesan atau cheddar tua.

  2. Melting: Untuk pizza, lasagna, atau saus creamy, mozzarella adalah pilihan terbaik karena meleleh merata.

  3. Baking: Untuk roti, quiche, atau dessert, cream cheese dan gouda memberikan tekstur lembut dan rasa gurih.

Memahami karakteristik keju memudahkan dalam menentukan jenis keju yang tepat agar hasil masakan lebih maksimal.

Tips Jitu Menyimpan Keju Agar Tahan Lama

  1. Simpan di lemari pendingin dengan suhu stabil antara 2–7°C.

  2. Bungkus menggunakan kertas lilin atau plastik khusus keju agar tetap bernapas dan tidak lembap.

  3. Pisahkan keju yang berbau kuat agar tidak mempengaruhi keju lain.

  4. Periksa secara rutin, terutama untuk keju lunak yang cepat berjamur.

Dengan perawatan yang tepat, keju bisa bertahan lebih lama tanpa mengurangi kualitas rasa dan nutrisinya.

Keju sebagai Kunci Kreativitas di Dapur

Setiap jenis keju memiliki karakter unik yang dapat meningkatkan kualitas hidangan, mulai dari rasa gurih cheddar hingga aroma tajam blue cheese. Bahan ini mampu menyesuaikan diri dengan berbagai masakan maupun dessert berkat tekstur dan cita rasanya yang khas. Memahami perbedaan tiap varian akan membuat proses memasak lebih menyenangkan, serta membantu menghasilkan hidangan yang lezat dan bergizi karena perannya sebagai sumber rasa dari keju.

Siap berkreasi dengan keju berkualitas? Temukan berbagai macam produknya dan olahan susu lainnya untuk kebutuhan dapur atau bisnis Anda di e-Katalog Inaproc Tamaro Jaya Indonesia


FAQ Tentang Keju

1. Apa saja jenis-jenis keju yang populer?

Beberapa jenis keju yang paling populer di Indonesia antara lain cheddar, mozzarella, parmesan, cream cheese, gouda, edam, blue cheese, dan feta. Masing-masing memiliki tekstur, rasa, dan fungsi yang berbeda, sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan masakan atau baking.

2. Apa bedanya keju cheddar, mozzarella, dan parmesan?

Keju cheddar memiliki rasa gurih dan tekstur semi-keras, cocok untuk topping dan baking. Mozzarella terkenal karena kemampuannya meleleh sempurna, ideal untuk pizza dan lasagna. Parmesan adalah keju keras dengan rasa umami yang kuat, biasanya diparut untuk menambah cita rasa hidangan.

3. Apakah keju sehat untuk anak?

Ya, keju kaya akan protein dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Pilih keju yang segar dan rendah laktosa, serta konsumsi dalam porsi wajar agar tetap sehat dan aman bagi anak-anak.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest