
Keripik pisang adalah camilan klasik yang digemari banyak orang. Rasa manis alami pisang dan tekstur renyahnya membuat hidangan ini cocok disajikan kapan saja. Tidak hanya disukai keluarga, camilan ini juga memiliki nilai bisnis yang tinggi karena bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya dapat dilakukan dalam skala rumahan. Berikut tujuh rahasia yang bisa diterapkan untuk menghasilkan keripik pisang renyah, gurih, dan anti gagal.
Lagi bingung pilih camilan? Coba intip rekomendasi snack favorit di Keripik Singkong Pilihan Terbaik
Table of Contents
Toggle1. Memilih Pisang yang Tepat

Kunci utama cara membuat keripik pisang yang sempurna adalah pemilihan bahan. Gunakan pisang jenis kepok atau pisang tanduk yang sudah matang mengkal, yaitu tidak terlalu mentah dan tidak terlalu lembek. Pisang jenis ini memiliki tekstur padat dan tidak mudah hancur ketika digoreng, sehingga keripik tetap renyah.
Baca Juga: 7 Ide Premium Keripik Kentang yang Wajib Dicoba
2. Menggunakan Teknik Iris yang Konsisten
Irisan yang seragam membuat hasil gorengan matang merata. Gunakan alat pengiris khusus untuk memastikan ketebalan sama, sekitar 2–3 milimeter. Ketebalan yang pas akan membuat keripik garing tetapi tidak mudah gosong. Teknik pengirisan yang baik juga memengaruhi penampilan keripik sehingga lebih menarik saat disajikan atau dijual.
3. Merendam Pisang dalam Larutan Garam atau Kapur Sirih
Setelah diiris, rendam pisang dalam larutan air garam atau air kapur sirih selama 15–30 menit. Langkah ini membantu menghilangkan getah, mencegah keripik berubah warna, dan menambah kerenyahan. Pastikan pisang dibilas dengan air bersih sebelum proses penggorengan agar tidak meninggalkan rasa getir.
4. Menggoreng dengan Minyak Bersih dan Suhu Stabil
Gunakan minyak yang banyak agar irisan pisang bisa terendam sempurna. Panaskan minyak hingga suhu sekitar 150–170 derajat Celsius. Suhu yang stabil membuat keripik matang merata dan berwarna kuning keemasan. Minyak yang digunakan sebaiknya selalu baru atau disaring dengan baik supaya tidak memengaruhi rasa dan kualitas.
Baca Juga: 7 Pilihan Kripik Pisang Yang Wajib Kamu Coba
5. Memberi Bumbu Premium untuk Rasa Gurih
Rahasia berikutnya adalah bumbu. Setelah keripik diangkat dan minyaknya tiris, taburi bumbu sesuai selera. Beberapa pilihan yang populer antara lain baluran keju parmesan, madu butter, atau bumbu barbeque. Gunakan bumbu berkualitas agar cita rasa gurihnya lebih menonjol dan tahan lama.
6. Meniriskan dengan Benar agar Tetap Renyah
Cara membuat keripik pisang yang renyah tidak hanya bergantung pada proses penggorengan, tetapi juga pada cara meniriskannya. Tiriskan keripik di atas rak kawat atau kertas penyerap minyak. Hindari menumpuk keripik saat masih panas agar uap air tidak terperangkap, yang bisa membuat keripik menjadi lembek.
7. Mengemas dengan Kemasan Kedap Udara
Langkah terakhir yang penting untuk menjaga kerenyahan adalah kemasan. Gunakan kemasan plastik tebal atau toples kedap udara. Pastikan keripik benar-benar dingin sebelum dikemas agar tidak menimbulkan embun. Kemasan yang baik tidak hanya menjaga kualitas rasa tetapi juga menambah nilai jual, terutama jika dipasarkan secara online atau dijual ke toko ritel.
Tips Tambahan untuk Usaha Rumahan
Selain memahami cara membuat keripik pisang yang benar, penting juga memikirkan potensi bisnisnya. Modal awal yang relatif kecil membuat usaha ini bisa dimulai dari dapur rumah. Agar penjualan meningkat, gunakan media sosial sebagai sarana promosi. Foto produk yang menarik, deskripsi yang jelas, serta testimoni pelanggan akan menambah kepercayaan calon pembeli.
Pelaku usaha juga bisa bereksperimen dengan berbagai rasa baru untuk menarik pasar yang lebih luas, seperti varian cokelat, balado, atau rasa pedas manis. Inovasi ini memungkinkan produk memiliki keunikan dan daya tarik lebih tinggi dibanding keripik tradisional.
Kesimpulan
Dengan pemilihan bahan yang tepat dan baik, teknik pengirisan yang seragam, proses perendaman yang benar, hingga pengemasan yang rapi dan cara membuat keripik pisang renyah dan gurih menjadi lebih mudah. Mempraktikkan tujuh rahasia di atas akan membantu menghasilkan camilan berkualitas yang disukai keluarga dan berpotensi menjadi peluang usaha menjanjikan. Inovasi rasa, kemasan menarik, dan promosi kreatif akan semakin memperkuat posisi keripik pisang sebagai camilan favorit yang menguntungkan dalam jangka yang panjang.
Tertarik melihat bagaimana produk kami bisa membantu bisnis Anda? Lihat detail produk kami di e-Katalog Inaproc Tamaro Jaya Indonesia.
FAQ Seputar Cara Membuat Keripik Pisang Renyah & Peluang Usahanya
1. Pisang apa yang paling cocok untuk dibuat keripik pisang?
Pisang yang paling cocok adalah pisang kepok dan pisang tanduk dengan tingkat kematangan mengkal. Jenis ini memiliki tekstur padat, tidak mudah hancur saat digoreng, dan menghasilkan keripik yang lebih renyah.
2. Kenapa keripik pisang sering melempem setelah dingin?
Keripik pisang bisa melempem karena beberapa faktor, seperti suhu minyak yang tidak stabil, proses penirisan yang kurang optimal, atau pengemasan saat keripik masih panas. Pastikan keripik benar-benar dingin sebelum dikemas dan gunakan kemasan kedap udara.
3. Apakah perendaman air kapur sirih wajib dilakukan?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Perendaman air kapur sirih atau air garam membantu menghilangkan getah, menjaga warna pisang tetap cerah, dan meningkatkan kerenyahan keripik.
4. Berapa suhu minyak ideal untuk menggoreng keripik pisang?
Suhu ideal berada di kisaran 150–170°C. Minyak yang terlalu panas membuat keripik cepat gosong, sedangkan suhu terlalu rendah menyebabkan keripik menyerap banyak minyak dan tidak renyah.
5. Kapan waktu terbaik menambahkan bumbu pada keripik pisang?
Bumbu sebaiknya ditambahkan saat keripik masih hangat tetapi sudah tidak berminyak. Kondisi ini membuat bumbu menempel sempurna tanpa membuat keripik menjadi lembek.
6. Berapa lama daya tahan keripik pisang jika dikemas dengan benar?
Jika dikemas dalam wadah kedap udara dan disimpan di tempat kering, keripik pisang bisa bertahan 2–4 minggu, tergantung kualitas bahan, proses penggorengan, dan jenis bumbu yang digunakan.
7. Apakah usaha keripik pisang cocok untuk pemula?
Ya, usaha keripik pisang sangat cocok untuk pemula karena modal relatif kecil, bahan baku mudah didapat, dan proses produksi bisa dilakukan dari rumah. Dengan inovasi rasa dan kemasan menarik, produk memiliki nilai jual yang tinggi.
8. Bagaimana cara meningkatkan nilai jual keripik pisang?
Nilai jual bisa ditingkatkan melalui varian rasa premium, kemasan modern, branding yang konsisten, serta pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Konsistensi rasa dan kualitas juga menjadi kunci kepercayaan pelanggan.
9. Apakah keripik pisang bisa dijual ke instansi atau proyek pengadaan?
Bisa. Dengan kualitas produk yang terjaga, legalitas usaha, dan kemasan sesuai standar, keripik pisang berpotensi dipasarkan melalui jalur pengadaan resmi seperti e-Katalog untuk kebutuhan konsumsi instansi atau souvenir kegiatan.
10. Di mana bisa melihat produk pendukung usaha pengolahan makanan secara resmi?
Anda dapat melihat detail produk pendukung usaha melalui e-Katalog Inaproc Tamaro Jaya Indonesia untuk solusi pengadaan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.